Sunday, March 18, 2012

Aceh Defisit Telur dan Ternak

Provinsi Aceh saat ini mengalami defisit telur ayam sebesar 18,9 juta kg/tahun atau setara 302,4 juta butir dengan nilai total Rp 272,16 miliar. Di samping itu, Aceh juga kekurangan bibit ternak. Salah satu penyebab defisit ini ialah kurang berkembangnya agribisnis dan pembibitan ternak di masyarakat. Guna mengatasi defisit telur dan ternak ini, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, termasuk Aceh Timur, secara bertahap mengembangkan peternakan ayam ras petelur.

Demikian ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Hewan dan Peternakan Aceh, Ir Murthada Sulaiman, saat membuka Rapat Koordinasi Perencanaan Pembangunan Tingkat Aceh 2011 yang dihadiiri seluruh pejabat terkait kabupaten/kota se-Aceh di Langsa, Juma (9/12).

Murthada Sulaiman melanjutkan, untuk menanggulangi persoalan ini, perlu dilakukan upaya peningkatan kegiatan pengembangan agribisnis dan pembibitan ternak. Karenanya, kepada unsur perencana pembangunan peternakan agar memanfaatkan potensi yang ada dan diwujudkan dalam pelaksanaannya.

Menyangkut rakor, dia menyatakan, bertujuan menyinergikan rencana pembangunan peternakan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh sehingga anggaran yang dialokasikan dapat digunakan maksimal, terukur, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

Bupati Aceh Timur, Muslim Hasballah diwakili Sekda, Syaifannur SH MM, mengatakan, Aceh Timur sebagai salah satu lumbung ternak, berperan penting meningkatkan pembangunan peternakan sebagai upaya membantu mempercepat program swasembada daging pada 2014 serta mencukupi kebutuhan protein hewani bagi masyarakat daerah ini dan Aceh umumnya.(sumber: harian analisa, 13 Desember 2011)

No comments:

Post a Comment