Pemerintah Kabupaten Aceh Timur saat ini tengah fokus mengembangkan ayam
petelur. Pusat pemeliharaan ditetapkan di lima titik, yaitu di
Kecamatan Darul Ihsan, Pante Bidari, Peureulak Barat, Peureulak Kota,
dan Birem Bayeun.
Pengembangan ayam petelur ini dimaksudkan untuk
meminimalkan ketergantungan Aceh dengan daerah luar. Selasa kemarin,
tim terpadu turun ke sejumlah titik untuk meninjau langsung program
pengembangan ayam petelur tersebut. Termasuk menampung aspirasi
masyarakat sekitar mengenai dampak lingkungan yang yang ditimbulkan baik
limbah maupun lalat.
Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur Usman A
Rachman, menjelaskan, pembangunan pusat pengembangan ayam petelur ini
dibangun dengan mengunakan dana APBA tahun 2009 dan tambahan dana
sharing dari Otsus dan APBK Aceh Timur. “Jika tahap awal ini berhasil,
maka Aceh Timur merupakan daerah pertama di Aceh yang menghasilkan telur
sendiri,” ungkapnya.
Menurut dia, lokasi peternakan tersebut
dikelola dengan melibatkan kelompok masyarakat di bawah pengawasan
dinas. Untuk di lokasi peternakan Aramiah kini terdapat 10 ribu ekor,
tapi belum memasuki masa produksi. Sedangkan di Alue Bu ada dua lokasi
dengan jumlah populasi 30 ribu ekor ayam. Produksi telur baru dihasilkan
di Pante Bidari yang memiliki populasi 10 ribu ekor ayam. Per hari,
telur yang dihasilkan mencapai 8.400 butir yang dipasarkan sampai ke
Lhoksukon, Aceh Utara.
Mr Lee, dari GM Gokoin Malaysia didampingi
Ahan pengusaha ayam asal Medan dan drh Bambang staf ahli kesehatan
ayam, menyebutkan, kandang peternakan ayam di Aceh Timur lebih baik
dibandingkan dengan di Medan. Namun pengelolaan manajemen di tingkat
kandang harus dtingkatkan lagi. Ia mengaku masih memaklumi berbagai
kekurangan yang terdapat di Aceh Timur, apalagi pengembangan ayam ini
masih baru. “Jika ada keinginan untuk memperbaiki, kedepan pasti akan
bagus termasuk pengelolaan limbah yang lebih utama. Kotoran ayam bila
bisa dijadikan pupuk lebih bagus, dan saluran yang ada harus benar-benar
diperhatikan agar airnya mengalir,” kata Mr Lee.
Menyangkut hal
itu, Kadis Peternakan Aceh Timur Usman mengaku akan memperbaiki tata
kelola di tingkat kandang agar lebih ramah lingkungan untuk meminalisir
dampak lingkungan. Bahkah dalam waktu dekat ini, pihaknya bekerja sama
dengan Mr Lee dan Ahan akan menggelar seminar tentang hal tersebut.
“Ini
akan menjadi pilot project yang memuaskan bagi masyarakat yang
mengelola dan menghasilkan PAD bagi daerah ini,” terang Usman. Menurut
Sekdakab Aceh Timur, Syaifannur SH MM, pembangunan dan pengembangan ayam
petelur merupakan program Bupati Muslim Hasballah dari sektor
peternakan. “Ini salah satu prioritas kita, ini kan masih sebagai pilot
project, usaha ini memang visieble untuk dilaksanakan. Diharapkan bisa
juga mendorong masyarakat untuk terus berbuat yang sama dalam sektor
ini,” harapnya.(sumber serambi indonesia, 22 April 2010)

No comments:
Post a Comment