Sunday, March 18, 2012

Aceh Timur Kembangkan Ayam Petelur

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur saat ini tengah fokus mengembangkan ayam petelur. Pusat pemeliharaan ditetapkan di lima titik, yaitu di Kecamatan Darul Ihsan, Pante Bidari, Peureulak Barat, Peureulak Kota, dan Birem Bayeun.

Pengembangan ayam petelur ini dimaksudkan untuk meminimalkan ketergantungan Aceh dengan daerah luar. Selasa kemarin, tim terpadu turun ke sejumlah titik untuk meninjau langsung program pengembangan ayam petelur tersebut. Termasuk menampung aspirasi masyarakat sekitar mengenai dampak lingkungan yang yang ditimbulkan baik limbah maupun lalat.

Kepala Dinas Peternakan Aceh Timur Usman A Rachman, menjelaskan, pembangunan pusat pengembangan ayam petelur ini dibangun dengan mengunakan dana APBA tahun 2009 dan tambahan dana sharing dari Otsus dan APBK Aceh Timur. “Jika tahap awal ini berhasil, maka Aceh Timur merupakan daerah pertama di Aceh yang menghasilkan telur sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, lokasi peternakan tersebut dikelola dengan melibatkan kelompok masyarakat di bawah pengawasan dinas. Untuk di lokasi peternakan Aramiah kini terdapat 10 ribu ekor, tapi belum memasuki masa produksi. Sedangkan di Alue Bu ada dua lokasi dengan jumlah populasi 30 ribu ekor ayam. Produksi telur baru dihasilkan di Pante Bidari yang memiliki populasi 10 ribu ekor ayam. Per hari, telur yang dihasilkan mencapai 8.400 butir yang dipasarkan sampai ke Lhoksukon, Aceh Utara.

Mr Lee, dari GM Gokoin Malaysia didampingi Ahan pengusaha ayam asal Medan dan drh Bambang staf ahli kesehatan ayam, menyebutkan, kandang peternakan ayam di Aceh Timur lebih baik dibandingkan dengan di Medan. Namun pengelolaan manajemen di tingkat kandang harus dtingkatkan lagi. Ia mengaku masih memaklumi berbagai kekurangan yang terdapat di Aceh Timur, apalagi pengembangan ayam ini masih baru. “Jika ada keinginan untuk memperbaiki, kedepan pasti akan bagus termasuk pengelolaan limbah yang lebih utama. Kotoran ayam bila bisa dijadikan pupuk lebih bagus, dan saluran yang ada harus benar-benar diperhatikan agar airnya mengalir,” kata Mr Lee.

Menyangkut hal itu, Kadis Peternakan Aceh Timur Usman mengaku akan memperbaiki tata kelola di tingkat kandang agar lebih ramah lingkungan untuk meminalisir dampak lingkungan. Bahkah dalam waktu dekat ini, pihaknya bekerja sama dengan Mr Lee dan Ahan akan menggelar seminar tentang hal tersebut.

“Ini akan menjadi pilot project yang memuaskan bagi masyarakat yang mengelola dan menghasilkan PAD bagi daerah ini,” terang Usman. Menurut Sekdakab Aceh Timur, Syaifannur SH MM, pembangunan dan pengembangan ayam petelur merupakan program Bupati Muslim Hasballah dari sektor peternakan. “Ini salah satu prioritas kita, ini kan masih sebagai pilot project, usaha ini memang visieble untuk dilaksanakan. Diharapkan  bisa juga mendorong masyarakat untuk terus berbuat yang sama dalam sektor ini,” harapnya.(sumber serambi indonesia, 22 April 2010)

No comments:

Post a Comment